Komunitas NTE Neverness to Everness kini tengah diramaikan dengan keluhan pemain Neverness to Everness terkait pembatasan multiplayer NTE yang dinilai menghambat keseruan bermain bersama teman. Banyak gamer menikmati penawaran dari NTE: Neverness to Everness, namun sayangnya, sebagian besar pengalaman menyenangkan tersebut tidak dapat dibagi bersama rekan. Meskipun Neverness to Everness menawarkan fitur co-op multiplayer, para pemain menyoroti sejumlah masalah dan mendesak pengembang untuk melakukan perubahan.
Neverness to Everness sendiri adalah sebuah game gacha baru yang diluncurkan pada akhir April 2026. Dikembangkan oleh Hotta Studio, tim yang sama di balik kesuksesan Tower of Fantasy, game gacha terbaru ini mengajak pemain menjelajahi dunia terbuka 3D supranatural yang kaya akan berbagai aktivitas dan misi. Namun, fitur multiplayer yang diiklankan sebelum peluncuran game tampaknya mengecewakan beberapa penggemar.
Pembatasan Multiplayer NTE yang Dikeluhkan Pemain
Menurut banyak pemain, salah satu masalah terbesar yang saat ini dihadapi oleh NTE Neverness to Everness bukanlah kekurangan aktivitas, melainkan ketidakmampuan untuk berbagi banyak pengalaman tersebut dengan teman. Meskipun mengakses co-op di Neverness to Everness cukup mudah, terdapat batasan pada apa yang bisa dilakukan pemain secara bersama-sama. Para penggemar mengeluhkan bahwa aktivitas sederhana, seperti memancing, tidak dapat dilakukan saat bermain dengan teman, dengan banyak yang berharap lebih banyak aktivitas bersama tersedia dalam game.
Pemain juga mempertanyakan mengapa Neverness to Everness diluncurkan dengan opsi multiplayer yang begitu terbatas. Pasalnya, game lain dari Hotta Studio, yaitu Tower of Fantasy, memiliki kapabilitas multiplayer yang lebih tangguh, termasuk opsi untuk memancing bersama pemain lain. Kontras ini semakin memperkuat keluhan pemain Neverness to Everness yang merasa fitur pembatasan multiplayer NTE tidak sepadan dengan ekspektasi dari pengembang yang sama.
Aktivitas Co-op yang Tersedia dan Harapan Perbaikan
Meskipun terdapat batasan, bukan berarti tidak ada hal yang bisa dilakukan bersama teman di NTE Neverness to Everness. Para gamer masih dapat melakukan beberapa aktivitas seperti berpartisipasi dalam pertarungan, memainkan beberapa minigame terpilih, menjelajah, dan bermain Pink Paw Heist bersama. Opsi-opsi ini menunjukkan bahwa ada potensi untuk pengalaman co-op yang lebih mendalam, meskipun saat ini masih terbatas.

Beberapa penggemar telah menyatakan harapan bahwa game ini secara bertahap akan memperluas opsi dalam mode co-op, terutama karena game ini masih dalam tahap awal. Untuk menyuarakan aspirasi mereka, beberapa pemain menyarankan agar isu pembatasan multiplayer NTE ini disampaikan saat berpartisipasi dalam survei NTE Neverness to Everness. Dengan demikian, pengembang akan menerima umpan balik secara langsung, meskipun masih harus dilihat apakah umpan balik tersebut akan menghasilkan perubahan signifikan.
Perbandingan dengan Game Gacha Lain dan Isu AI yang Mencuat
Sebagian pihak menunjukkan bahwa tidak jarang game gacha co-op memiliki batasan serupa. Genshin Impact misalnya, sering disebutkan dalam percakapan, yang pada awalnya sangat terbatas dalam mode co-op dan secara bertahap diperluas selama bertahun-tahun. Banyak game gacha bahkan sama sekali tidak memiliki fitur multiplayer atau co-op, dengan daftar teman yang seringkali hanya terbatas pada hal-hal seperti hadiah sederhana atau peminjaman karakter. Namun, kapabilitas multiplayer yang kuat dari Tower of Fantasy kemungkinan besar membuat penggemar game tersebut mengharapkan lebih banyak dari upaya terbaru studio ini, sehingga keluhan pemain Neverness to Everness menjadi lebih menonjol.
Di sisi lain, tidak hanya isu pembatasan multiplayer NTE yang menjadi perbincangan. Neverness to Everness saat ini juga menghadapi kontroversi lain. Para pemain dan bahkan beberapa pengisi suara dalam game telah menyuarakan keberatan terhadap penggunaan AI dalam pembuatan Neverness to Everness, yang memaksa studio untuk memberikan tanggapan. Developer mengklaim bahwa alat pengembangan berbasis AI memang digunakan, tetapi penggunaannya terbatas pada “sejumlah kecil” aset lingkungan dan latar belakang, yang kabarnya sedang ditinjau dan dikerjakan ulang oleh tim. Isu-isu ini menambah kompleksitas tantangan yang dihadapi game baru ini.
Sementara industri game terus berkembang dengan berbagai inovasi, seperti yang terlihat pada penjualan motherboard 2026 di tengah meroketnya harga komponen PC, ekspektasi pemain terhadap pengalaman bermain juga semakin tinggi. Begitu pula dengan perkembangan cerita epik di game lain, di mana kekuatan Devil Fruit Monkey D. Dragon di One Piece saga final menjadi sorotan. Kedua hal ini menunjukkan bahwa inovasi teknis dan kedalaman narasi sama-sama penting bagi komunitas gaming yang terus haus akan pengalaman terbaik.
Waktu akan menjadi penentu apakah masalah terkait NTE Neverness to Everness, baik mengenai pembatasan multiplayer NTE maupun kontroversi AI, akan terselesaikan sesuai keinginan para penggemar. Harapan terbesar adalah pengembang mendengarkan keluhan pemain Neverness to Everness untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih inklusif dan memuaskan bagi semua.