Posted in

Assassin’s Creed Shadows Switch 2: Tanggal Rilis & Harga Resmi Terungkap!

Ubisoft secara resmi mengumumkan tanggal rilis dan harga Assassin’s Creed Shadows untuk Nintendo Switch 2. Setelah serangkaian bocoran, penggemar kini bisa menandai kalender mereka untuk 2 Desember mendatang, dengan game ini dibanderol seharga $59.99 / £49.99. Pengumuman ini menjadi kabar baik bagi para pemilik Nintendo Switch 2 yang telah menantikan petualangan terbaru dalam waralaba Assassin’s Creed di konsol mereka.

Versi Nintendo Switch 2 dari Assassin’s Creed Shadows akan menyertakan semua pembaruan konten yang telah diperkenalkan sejak game tersebut dirilis di platform lain. Ini juga dilengkapi dengan dukungan cross progression antar semua platform dan fitur layar sentuh, yang dirancang untuk membuat navigasi menu, peta, dan hideout menjadi lebih intuitif dari sebelumnya. Informasi ini, serta detail lainnya, dikonfirmasi oleh Ubisoft, seperti dilansir dari IGN.

Harga dan Ketersediaan Assassin’s Creed Shadows di Switch 2

Setelah penantian panjang, Assassin’s Creed Shadows Switch 2 kini memiliki tanggal rilis resmi dan harga yang terkonfirmasi. Game ini akan meluncur pada tanggal 2 Desember dan dapat dibeli seharga $59.99 atau £49.99. Para pemain Switch 2 akan mendapatkan versi game yang sudah dilengkapi dengan semua pembaruan konten yang dirilis sebelumnya, menjamin pengalaman bermain yang lengkap sejak hari pertama.

Selain itu, fitur cross progression akan memungkinkan pemain untuk melanjutkan progres mereka di antara berbagai platform, menambah fleksibilitas bagi mereka yang bermain di lebih dari satu sistem. Dukungan layar sentuh yang diimplementasikan juga akan mempermudah interaksi dengan menu, peta, dan lokasi persembunyian, sebuah sentuhan yang sangat sesuai untuk karakteristik Nintendo Switch 2. Ini memastikan bahwa Assassin’s Creed Shadows rilis dengan dukungan penuh untuk keunikan konsol tersebut.

Kontroversi Kartu Kunci Game

Ubisoft juga mengonfirmasi bahwa Assassin’s Creed Shadows untuk Nintendo Switch 2 akan dirilis dalam format Game-Key Card. Ini berarti para pemain Switch 2 perlu mengunduh game secara penuh sebelum dapat memainkannya. Keputusan ini telah memicu perdebatan sengit di kalangan komunitas gaming, karena Game-Key Card dianggap tidak berguna kecuali konsol terhubung ke internet.

Pada bulan September sebelumnya, seorang pengembang Ubisoft yang bekerja pada port Star Wars Outlaws untuk Nintendo sempat membela penggunaan Game-Key Card. Menurutnya, alasan utama di balik penggunaan format ini pada Star Wars Outlaws adalah kecepatan data konsol, khususnya seberapa cepat perangkat keras dapat membaca informasi dari cartridge khusus dibandingkan dengan game yang diunduh ke memori internal konsol. Kontroversi ini menambah catatan penting bagi para calon pembeli Harga Assassin’s Creed Shadows versi fisik.

Gameplay dan Pengalaman Dunia Terbuka Jepang Feodal

Dalam Assassin’s Creed Shadows, pemain diberi pilihan untuk berperan sebagai seorang Shinobi atau Samurai, menjelajahi dunia terbuka Jepang Feodal. Lingkungan game ini mencakup kota-kota kastil yang megah, pelabuhan yang ramai, hingga kuil-kuil yang damai dan lanskap pedesaan yang asri. Pilihan karakter ini memungkinkan pendekatan bermain yang berbeda, sesuai dengan preferensi strategis pemain.

Ulasan dan Penilaian IGN

IGN memberikan ulasan untuk Assassin’s Creed Shadows dengan skor 8/10. Ulasan tersebut menyatakan, “Dengan mempertajam sistem yang sudah ada, Assassin’s Creed Shadows menciptakan salah satu versi terbaik dari gaya dunia terbuka yang telah disempurnakan selama satu dekade terakhir.” Ini menunjukkan bahwa meskipun game ini tetap setia pada akar waralabanya, ada peningkatan signifikan dalam eksekusi elemen gameplay utamanya. Kualitas ini diharapkan tetap terjaga saat Assassin’s Creed Shadows rilis untuk Switch 2.

Kepergian Marc-Alexis Côté dari Ubisoft

Berita lain terkait waralaba ini adalah kepergian Marc-Alexis Côté, bos waralaba Assassin’s Creed, dari Ubisoft setelah lebih dari 20 tahun berkarier. Hanya beberapa hari setelah berita tersebut, Côté mengklarifikasi di LinkedIn bahwa keputusannya untuk hengkang bukan keinginannya sendiri, meskipun ia menyatakan “tidak ada kebencian”. Ia ingin menegaskan kepada mantan kolega dan penggemar bahwa ia tidak meninggalkan waralaba Assassin’s Creed atas kemauannya sendiri setelah 15 tahun.

Kepergian Côté terjadi hanya dua minggu setelah Assassin’s Creed, merek terbesar Ubisoft, mulai dioperasikan oleh Vantage Studios. Vantage Studios adalah entitas bisnis terpisah yang dibentuk oleh Ubisoft dengan 25% saham dari raksasa Tiongkok Tencent. Entitas ini juga akan mengawasi semua game Far Cry dan Rainbow Six di masa mendatang. Perkembangan ini menambah dinamika baru di balik layar produksi game-game Ubisoft, termasuk Assassin’s Creed Shadows.

Video Pengumuman Resmi

Trailer Pengumuman Resmi Assassin’s Creed Shadows untuk Nintendo Switch 2.

Posisi Assassin’s Creed Shadows dalam Linimasa Sejarah Assassin’s Creed

Meskipun Assassin’s Creed Shadows adalah game terbaru dalam seri yang telah lama berjalan, latar waktu Jepang Feodalnya menempatkannya di titik tengah linimasa sejarah seri ini. Waralaba Assassin’s Creed seringkali melompat maju dan mundur dalam waktu antara setiap entri, menjelajahi peristiwa-peristiwa penting dari Perang Peloponnesia di Yunani Kuno hingga awal Perang Dunia Pertama. Linimasa peristiwa-peristiwa ini semakin kompleks dengan 14 game dalam seri utama. IGN telah menyusun linimasa untuk memahami cerita keseluruhan dan bagaimana semua game saling terkait.

Linimasa lengkap Assassin's Creed Shadows dan seri AC lainnya
Linimasa lengkap Assassin’s Creed Shadows dan seri Assassin’s Creed lainnya.

Era Isu dalam linimasa Assassin's Creed
Era Isu: Fondasi Sejarah
Jauh sebelum peradaban manusia modern, ada peradaban Isu yang sangat maju, makhluk mirip dewa yang menguasai bumi. Mereka menciptakan manusia sebagai budak dan mengontrolnya melalui Apple of Eden. Pemberontakan manusia yang dipimpin Eve dan Adam melawan Isu memicu perang revolusioner yang berakhir saat suar matahari menghantam bumi, menghancurkan Isu dan memungkinkan manusia untuk mewarisi bumi.

Kassandra dalam Assassin's Creed Odyssey
Assassin’s Creed Odyssey (431–422 SM): Akar Konspirasi
Selama Perang Peloponnesia di Yunani, tentara bayaran Kassandra mengungkap The Cult of Kosmos, organisasi rahasia yang memanipulasi perang. Ia mengetahui bahwa Cult ini menggunakan perangkat Isu untuk menghitung masa depan. Kassandra menghancurkan perangkat tersebut dan menerima Staff of Hermes, artefak Isu yang memberinya keabadian, dengan tugas menjadi penjaga abadi Atlantis.

Bayek dalam Assassin's Creed Origins
Assassin’s Creed Origins (49–43 SM): Kelahiran Hidden Ones
Pada era Cleopatra di Mesir, Bayek dan istrinya Aya berjuang melawan The Order of the Ancients, organisasi yang berkolaborasi dengan Cult of Kosmos. Setelah kematian putranya, Bayek mendirikan The Hidden Ones, cikal bakal persaudaraan Assassin, untuk melawan tirani Order yang berusaha mengendalikan Mesir melalui politik dan agama.

Basim dalam Assassin's Creed Mirage
Assassin’s Creed Mirage (861 M): Jejak Loki
Hampir seabad kemudian, Basim, seorang pencuri dari Baghdad, dilatih sebagai Assassin di benteng Alamut. Ia mengungkap aktivitas The Order of the Ancients yang mencari kuil Isu di bawah Alamut. Basim menemukan penjara teknologi maju yang menahan Loki, dewa Norse, dan menyadari bahwa ia adalah reinkarnasi Loki, bersumpah membalas dendam kepada mereka yang memenjarakannya.

Eivor dalam Assassin's Creed Valhalla
Assassin’s Creed Valhalla (872–878 M): Konflik Isu dan Viking
Basim melakukan perjalanan dengan klan Viking ke Inggris. Pemimpin klan, Sigurd, dan saudaranya Eivor, mencari sekutu untuk mendirikan Ravensthorpe. Mereka menemukan bahwa Eivor dan Sigurd adalah reinkarnasi Odin dan Týr, yang memenjarakan Loki. Basim menyerang mereka untuk membalas dendam, namun Eivor berhasil menjebak Basim dalam simulasi dunia yang dihasilkan oleh komputer Isu Yggdrasil. Eivor kemudian kembali ke Inggris dan mengalahkan Raja Alfred.

Altaïr dalam Assassin's Creed
Assassin’s Creed (1191 M): Awal Persaudaraan
Selama tiga ratus tahun, The Hidden Ones berkembang menjadi Assassin Brotherhood, menghadapi The Knights Templar yang merupakan evolusi dari The Order of the Ancients. Altaïr Ibn-La’Ahad bekerja dengan persaudaraan di Tanah Suci untuk mencuri Apple of Eden. Setelah mengetahui bahwa pemimpinnya, Al Mualim, berkhianat, Altaïr membunuhnya dan mengambil alih kepemimpinan persaudaraan.

Ezio Auditore dalam Assassin's Creed 2
Assassin’s Creed 2 (1476–1499 M): Era Renaisans
Di Renaisans Italia, Ezio Auditore Da Firenze menjadi Assassin setelah keluarganya dibunuh oleh Templar. Ia menggunakan peralatan ayahnya dan alat baru dari Leonardo Da Vinci untuk melawan keluarga Borgia yang bersekutu dengan Templar. Ezio mendapatkan Apple of Eden, yang menunjukkan lokasi gudang rahasia Isu di bawah Vatikan. Di sana, ia bertemu Minerva, seorang Isu, yang memperingatkannya tentang bencana yang akan datang pada tahun 2012.

Ezio Auditore dalam Assassin's Creed Brotherhood
Assassin’s Creed Brotherhood (1499–1507 M): Membangun Kembali Kekuatan
Setelah mengalahkan Paus, Ezio kembali ke villanya di Monteriggioni yang diserang dan Apple of Eden dicuri. Ia membantu membangun kembali Assassin Brotherhood Italia, membongkar rezim Borgia di Roma, dan mendapatkan kembali Apple of Eden, yang ia sembunyikan di gudang Isu di bawah Koloseum Roma.

Ezio Auditore dalam Assassin's Creed Revelations
Assassin’s Creed Revelations (1511–1512 M): Mencari Kebenaran Isu
Ezio melakukan perjalanan ke Masyaf untuk menyelidiki perpustakaan Altaïr yang telah ditemukan oleh Templar. Ia bersekutu dengan Ottoman Assassins untuk menghentikan Templar yang mencari kunci perpustakaan. Di dalam perpustakaan, Ezio menemukan jenazah Altaïr dan pesan dari Jupiter, Isu lain, yang mengungkapkan data penting untuk bertahan hidup dari kiamat di Grand Temple. Ezio kemudian pensiun.

Yasuke dan Naoe dalam Assassin's Creed Shadows
Assassin’s Creed Shadows (1579 M): Jepang Feodal
Sedikit yang diketahui tentang alur cerita Assassin’s Creed Shadows. Yang pasti adalah seorang tentara bayaran Afrika melakukan perjalanan dengan misionaris Jesuit Katolik ke Jepang. Di sana, ia bertemu Oda Nobunaga dan menjadi salah satu samurainya dengan nama Yasuke. Yasuke membantu invasi provinsi Iga pada tahun 1581, rumah bagi Naoe, putri master Shinobi Fujibayashi Nagato. Meskipun berasal dari pihak yang bertikai, Yasuke dan Naoe akhirnya bersatu demi tujuan bersama. Ini adalah konteks sejarah penting dari Assassin’s Creed Shadows rilis.

Edward Kenway dalam Assassin's Creed 4: Black Flag
Assassin’s Creed 4: Black Flag (1715–1722 M): Era Pembajakan
Pada Zaman Keemasan Pembajakan, Edward Kenway terlibat dalam konspirasi Templar yang mencari The Observatory, mesin Isu yang dapat memata-matai manusia. Edward berusaha menggunakan The Observatory untuk keuntungan pribadi, namun akhirnya menyadari pentingnya keamanan dunia dan menyegel artefak tersebut, mengakhiri perangnya melawan Templar.

Shay Cormac dalam Assassin's Creed Rogue
Assassin’s Creed Rogue (1752–1776 M): Pengkhianatan dan Perang
Shay Patrick Cormac dikirim oleh Assassin Brotherhood untuk mengambil artefak Isu. Tindakannya menyebabkan gempa bumi yang menghancurkan Lisbon. Merasa bersalah, Shay meninggalkan Brotherhood dan bergabung dengan Templar, memburu mantan Assassin-nya. Ia melukai mantan gurunya, Achilles, untuk mencegah para Assassin menemukan lebih banyak kuil Isu.

Connor Kenway dalam Assassin's Creed 3
Assassin’s Creed 3 (1754–1783 M): Revolusi Amerika
Templar bertujuan membuka Grand Temple Isu. Haytham Kenway mencari kunci Temple di Amerika, memiliki anak dengan seorang wanita Mohawk, Ratonhnhaké:ton. Ratonhnhaké:ton, yang kemudian bernama Connor Kenway, menjadi Assassin dan bertarung melawan Templar selama Revolusi Amerika, yang berpuncak pada konflik dengan ayahnya, Haytham, dan penguburan kunci Grand Temple.

Aveline de Grandpré dalam Assassin's Creed Liberation
Assassin’s Creed Liberation (1765–1777 M): Pendudukan Spanyol
Paralel dengan perjalanan Connor, Assassin Aveline de Grandpré di New Orleans mengungkap plot Templar untuk mengendalikan Louisiana. Ia menemukan bahwa plot tersebut adalah bagian dari konspirasi besar yang bertujuan menggali kuil Isu. Aveline mengalahkan “Company Man” yang ternyata adalah ibu tirinya, dan mengaktifkan Prophecy Disk Isu yang menceritakan kisah Eve.

Arno Dorian dalam Assassin's Creed Unity
Assassin’s Creed Unity (1789–1794 M): Revolusi Prancis
Arno Dorian menjadi yatim piatu dan dibesarkan oleh Grand Master Templar Prancis. Ia dipenjara di Bastille dan bergabung dengan Assassin Brotherhood untuk menemukan pembunuh ayah angkatnya. Arno dan Élise, saudara angkatnya, melawan ekstremis Templar François-Thomas Germain yang berusaha memicu revolusi menggunakan Sword of Eden. Pertempuran berakhir dengan kematian Élise dan terlukanya Germain, yang merupakan Sage.

Jacob dan Evie Frye dalam Assassin's Creed Syndicate
Assassin’s Creed Syndicate (1868 M): Inggris Victoria
Pada tahun 1868, si kembar Assassin Jacob dan Evie Frye tiba di London mencari The Shroud, perangkat Isu lainnya. Mereka menemukan bahwa Templar telah menguasai kota. Jacob berfokus membunuh pemimpin Templar, sementara Evie mencari The Shroud. Setelah mengalahkan Crawford Starrick, pemimpin Templar, si kembar mengembalikan The Shroud ke gudang. Beberapa tahun kemudian, Lydia, putri Evie, diutus oleh Winston Churchill untuk menyelidiki fasilitas mata-mata Jerman yang dipenuhi Templar selama Perang Dunia Pertama.

Abstergo Industries dalam periode transisi Assassin's Creed
Periode Transisi (1914–2012): Kemunculan Abstergo
Antara era Victoria dan alur cerita modern, Templar menciptakan Abstergo Industries, perusahaan farmasi yang didirikan pada 1937. Abstergo mengembangkan Animus, mesin realitas virtual untuk menjelajahi memori nenek moyang, dengan tujuan mengendalikan masa depan melalui masa lalu.

Desmond Miles dan alur cerita modern Assassin's Creed
Assassin’s Creed 1, 2, Brotherhood, Revelations, dan 3 (2012): Mencegah Kiamat
Pada tahun 2012, Desmond Miles diculik oleh Abstergo untuk menemukan artefak Isu melalui ingatan leluhurnya, Altaïr dan Ezio. Dengan bantuan Assassin Brotherhood, Desmond mengetahui tentang kiamat yang akan datang dan lokasi Grand Temple Isu. Ia akhirnya mengorbankan diri untuk mencegah kiamat, percaya bahwa umat manusia akan mampu mengalahkan Juno yang terbebas.

Abstergo dalam alur cerita modern Assassin's Creed 4: Black Flag
Assassin’s Creed 4: Black Flag (2013): Perburuan The Observatory
Abstergo menggunakan sampel DNA Desmond untuk melanjutkan perburuan teknologi Isu. Seorang peneliti ditugaskan menjelajahi ingatan Edward Kenway untuk menemukan lokasi The Observatory. Terungkap bahwa John Standish, kepala IT perusahaan, adalah Sage modern yang berniat menggunakan peneliti sebagai tuan rumah bagi Juno. Standish akhirnya dibunuh oleh keamanan Abstergo.

Helix dan pencarian Sage dalam Assassin's Creed Unity
Assassin’s Creed Unity (2014): Melacak Sage
Abstergo meluncurkan “Helix,” sebuah perangkat lunak mirip video game yang memungkinkan pemain mengalami memori genetik. Seorang Assassin bernama Bishop memandu seorang inisiat untuk menghidupkan kembali kehidupan Arno Dorian, mencari sisa-sisa François-Thomas Germain, seorang Sage dari tahun 1700-an. Dengan ditemukannya tulang-tulang Germain di Katakombe Paris, Bishop percaya sisa-sisa Sage aman dari genggaman Abstergo.

Pencarian The Shroud dalam Assassin's Creed Syndicate (modern)
Assassin’s Creed Syndicate (2015): Perebutan The Shroud
Tahun berikutnya, inisiat ditugaskan mencari The Shroud, perangkat Isu yang tersembunyi di London. Melalui ingatan Jacob dan Evie Frye, inisiat mengetahui bahwa The Shroud tersembunyi di bawah Istana Buckingham. Abstergo berhasil mengambilnya terlebih dahulu. Para Assassin mengetahui bahwa Abstergo berniat menggunakan The Shroud untuk menciptakan Isu hidup, dan Juno juga memanipulasi karyawan Abstergo.

Layla Hassan dalam Assassin's Creed Origins (modern)
Assassin’s Creed Origins (2017): Animus Baru
Layla Hassan, seorang peneliti Abstergo, mengembangkan versi baru Animus yang dapat menjelajahi memori melalui sampel DNA. Di Mesir, ia menemukan sisa-sisa mumi Bayek dan Aya dan menggunakannya untuk menghidupkan kembali asal-usul The Hidden Ones. Layla kemudian ditawari posisi di Assassin Brotherhood.

Layla Hassan menerima Staff of Hermes dalam Assassin's Creed Odyssey (modern)
Assassin’s Creed Odyssey (2018): Penjaga Keseimbangan
Menggunakan sampel DNA dari Spear of Leonidas, Layla menjelajahi ingatan Kassandra dan menemukan lokasi Atlantis. Di sana, ia bertemu Kassandra yang abadi berkat Staff of Hermes. Kassandra menjelaskan bahwa dunia membutuhkan keseimbangan antara Templar dan Assassin, dan Layla diramalkan akan membawa keseimbangan itu. Kassandra memberikan Staff of Hermes kepada Layla sebelum meninggal.

Layla Hassan dan Basim dalam Assassin's Creed Valhalla (modern)
Assassin’s Creed Valhalla (2020): Kiamat Terulang dan Kebangkitan Basim
Layla dan para Assassin menemukan sisa-sisa Viking di New England dan menjelajahi ingatan Eivor, mengungkap keberadaan komputer Yggdrasil. Mereka menyadari gangguan medan magnet bumi adalah akibat teknologi Isu yang diaktifkan Desmond Miles pada 2012. Layla masuk ke simulasi Yggdrasil, bertemu Basim (Loki) dan “The Reader” (pikiran Desmond). Layla bekerja dengan The Reader untuk mencegah kiamat di masa depan, sementara Basim lolos dari simulasi, mengklaim Staff of Hermes, dan bergabung dengan Brotherhood untuk mencari anak-anak Loki.

Vikki Blake adalah seorang reporter untuk IGN, sekaligus seorang kritikus, kolumnis, dan konsultan dengan pengalaman 15+ tahun bekerja dengan beberapa situs dan publikasi gaming terbesar di dunia. Ia juga seorang Guardian, Spartan, Silent Hillian, Legend, dan senantiasa High Chaos. Temukan ia di BlueSky.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *