Posted in

Pokemon Trump Meme: The Pokémon Company Resmi Tolak Penggunaan IP Politik

Pokemon Trump Meme: The Pokémon Company Resmi Tolak Penggunaan IP Politik

The Pokémon Company kembali menyatakan keberatan resmi setelah administrasi Trump menggunakan properti intelektual (IP) mereka untuk pokemon Trump meme dan konten media sosial politik lainnya. Insiden ini menandai kejadian berulang di mana IP perusahaan game global tersebut dimanfaatkan tanpa izin. The Pokémon Company keberatan keras terhadap eksploitasi kekayaan intelektualnya untuk tujuan politik, menekankan bahwa misi mereka adalah menyatukan dunia, bukan berafiliasi dengan pandangan atau agenda politik apa pun. Sumber asli berita ini dapat diakses di IGN.

Pokemon Trump Meme: The Pokémon Company Issues Another Objection After the Trump Administration Used Its IP for Political Meme — Again - Pokemon Pokopia

Keberatan Resmi The Pokémon Company

Perusahaan Pokémon telah menyampaikan keberatan resmi setelah Gedung Putih menggunakan Pokopia untuk sebuah meme, menolak penggunaan berulang properti intelektualnya oleh administrasi Trump di media sosial. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara perusahaan menjelaskan bahwa mereka tidak memberikan izin kepada Gedung Putih untuk menggunakan IP mereka sebagai konten sosial. Pernyataan ini menegaskan posisi netral perusahaan terhadap afiliasi politik.

Juru bicara perusahaan mengatakan kepada The New York Times, “Kami mengetahui konten sosial baru-baru ini yang mencakup citra yang terkait dengan merek kami.” Dia melanjutkan, “Kami tidak terlibat dalam pembuatan atau distribusinya, dan tidak ada izin yang diberikan untuk penggunaan properti intelektual kami.” Misi inti perusahaan adalah menyatukan dunia, dan misi tersebut tidak berafiliasi dengan pandangan atau agenda politik apa pun, seperti yang ditekankan dalam pernyataan tersebut.

Insiden Berulang dan Respons Hukum

Ini bukan kali pertama The Pokémon Company keberatan dengan tindakan serupa. Pada September tahun lalu, perusahaan ini secara formal menanggapi penggunaan karakter Ash Ketchum dari Pokémon TV dan lagu tema seri oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Penggunaan tersebut terjadi dalam video yang menampilkan penangkapan dan pemborgolan orang-orang oleh agen penegak hukum. The Pokémon Company International saat itu menyatakan kepada IGN bahwa mereka tidak terlibat dalam pembuatan atau distribusi konten tersebut, dan izin untuk penggunaan IP politik mereka tidak pernah diberikan.

Banyak penggemar telah menyarankan agar The Pokémon Company mengambil tindakan hukum untuk membela properti intelektualnya. Namun, mantan kepala bagian hukum perusahaan, Don McGowan, mengatakan kepada IGN bahwa ia tidak akan melakukan tindakan tersebut. McGowan percaya bahwa tindakan hukum sangat tidak mungkin, terutama karena perusahaan sangat pemalu terhadap publisitas dan lebih memilih merek mereka dikenal secara alami.

McGowan, sekarang kepala di Extreme Grownup Services, menjelaskan alasannya pada September lalu. Ia percaya bahwa isu ini akan berlalu dalam beberapa hari dan perusahaan akan senang membiarkannya. Selain itu, banyak eksekutif TPC di AS memiliki kartu hijau, yang dapat membuat mereka enggan terlibat dalam masalah politik sensitif. Ini menunjukkan keengganan perusahaan untuk terlibat dalam konflik politik yang dapat merusak citra merek yang telah mereka bangun.

Strategi Komunikasi Administrasi Trump

Seperti yang disoroti oleh The New York Times, juru bicara administrasi Trump, Abigail Jackson, sebelumnya telah mengomentari strategi media sosial mereka. Strategi ini menunjukkan tidak ada tanda-tanda untuk berhenti menggunakan IP perusahaan hiburan.

Jackson menyatakan, “Melalui postingan yang menarik dan meme yang banger, kami berhasil mengkomunikasikan agenda presiden yang sangat populer.” Ia menambahkan, “Ada alasan mengapa begitu banyak orang mencoba meniru gaya kami – pesan kami beresonansi.” Pernyataan ini mencerminkan pendekatan administrasi Trump dalam memanfaatkan budaya populer untuk menyampaikan pesan politik, termasuk melalui pokemon Trump meme.

IP Game Lain yang Turut Terdampak

The Pokémon Company bukan satu-satunya perusahaan game yang properti intelektualnya digunakan oleh administrasi Trump dalam meme politik. Pada Oktober lalu, Microsoft tetap diam setelah Donald Trump merilis gambar AI dirinya sebagai Master Chief. Selain itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menggunakan IP Halo untuk mempromosikan ICE di media sosial, menunjukkan pola penggunaan IP politik yang lebih luas.

Administrasi Trump juga memiliki kebiasaan menggunakan gambar AI untuk mempromosikan Presiden. Pada Mei tahun lalu, Trump memicu reaksi negatif dari beberapa umat Katolik setelah memposting gambar AI dirinya sebagai Paus. Gambar tersebut, yang dibagikan oleh akun media sosial resmi Gedung Putih, dirilis saat umat Katolik berduka atas kematian Paus Fransiskus dan bersiap memilih Paus berikutnya.

Gedung Putih juga telah merilis gambar AI Trump sebagai Superman dan sebagai Jedi dari Star Wars. Ketika Departemen Keamanan Dalam Negeri menggunakan South Park untuk mempromosikan ICE, South Park membalas Trump dengan mengatakan: “Tunggu, jadi kami RELEVAN?” Ini menyoroti bagaimana berbagai IP telah ditarik ke dalam arena politik tanpa persetujuan. Selain itu, awal minggu ini, Gedung Putih memposting video di media sosial yang mencampurkan rekaman operasi pemboman di Iran dengan gameplay Call of Duty. IGN telah meminta komentar dari Activision, tetapi belum ada tanggapan hingga saat ini.

Kecenderungan penggunaan IP politik dari berbagai perusahaan hiburan oleh administrasi Trump terus berlanjut, memicu diskusi tentang hak cipta dan batasan dalam kampanye politik digital. Meskipun beberapa perusahaan seperti The Pokémon Company telah secara terbuka menyatakan keberatan resmi, strategi komunikasi Gedung Putih menunjukkan tidak ada tanda-tanda perubahan. Hal ini menggambarkan tantangan yang dihadapi pemilik IP dalam melindungi merek mereka dari eksploitasi politik di era digital yang semakin kompleks.

Fotografi oleh Carlin Stiehl / Los Angeles Times via Getty Images.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *